JAKARTA — Indeks Bisnis-27 mengawali perdagangan Kamis (10/9/2026) dengan penguatan. Indeks hasil kerja sama Bisnis Indonesia dan Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut naik 0,37 persen atau 1,71 poin ke level 457,98 pada pukul 09.00 WIB.
Penguatan itu terjadi ketika mayoritas saham konstituen bergerak di zona hijau. Pasar mencatat volume transaksi 167,7 juta saham dengan nilai Rp213,6 miliar. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bisnis-27 mencapai Rp3.442 triliun.
Dari keseluruhan konstituen, sebanyak 19 saham menguat, sedangkan dua saham melemah dan enam saham lainnya bergerak stagnan.
Saham ADRO dan MEDC Mengangkat Pergerakan Bisnis-27
Sejumlah saham menjadi penopang utama indeks pada awal perdagangan. ADRO naik 1,12 persen ke Rp2.720, sementara AKRA menguat 0,65 persen menjadi Rp1.560 dan ANTM bertambah 1,88 persen ke Rp3.260.
Selain itu, saham BBCA naik 0,38 persen ke Rp6.550 dan BMRI menguat 0,46 persen ke Rp4.410. BRMS juga bertambah 1,42 persen menjadi Rp715, sedangkan MAPI naik 1,84 persen ke Rp1.385.
MEDC turut memberikan dorongan setelah sahamnya naik 1,59 persen ke Rp1.600. Pergerakan sejumlah saham tersebut membantu Bisnis-27 mempertahankan momentum positif pada pembukaan perdagangan.
IHSG Menguat 0,23 Persen pada Awal Perdagangan
Penguatan Bisnis-27 juga sejalan dengan pergerakan pasar saham secara keseluruhan. Pada waktu yang sama, IHSG naik 0,23 persen atau 15,55 poin ke level 6.693,75.
Namun, pelaku pasar tetap perlu mencermati arah IHSG setelah indeks pada perdagangan Rabu (9/9) sempat menyentuh level tertinggi 6.707 sebelum tekanan jual membawa indeks turun hingga penutupan di level 6.678.
Sinarmas Sekuritas Memproyeksikan IHSG Menguji Support 6.642
Tim riset Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan pelemahan pada perdagangan Kamis. Analis memproyeksikan indeks menguji support terdekat di level 6.642 hingga 6.600.
Di sisi lain, analis menempatkan area resistance IHSG pada rentang 6.686 hingga 6.787. Jika pasar mencatat technical rebound, indeks berpeluang kembali menguji area tersebut.
Dengan kondisi itu, investor perlu memperhatikan pergerakan IHSG setelah pembukaan positif. Tekanan jual yang muncul pada perdagangan sebelumnya juga menjadi faktor penting dalam menentukan arah indeks sepanjang sesi.
