JAKARTA — Apple Inc. meluncurkan iPhone Duo dengan harga mulai US$1.999 atau sekitar Rp35 juta di Amerika Serikat. Peluncuran perangkat lipat tersebut turut mendorong saham PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) ke level tertinggi dalam hampir lima tahun.
Apple memperkenalkan iPhone Duo melalui acara bertajuk “Surprise and Shine” di Cupertino, Amerika Serikat, pada Kamis (10/9/2026). Perangkat ini menghadirkan desain ponsel lipat yang mengingatkan pada ponsel era 1990-an, tetapi Apple mengemasnya dengan bentuk menyerupai paspor.
Perangkat tersebut dapat dilipat hingga tertutup melalui mekanisme snap. Apple menyasar produk baru ini kepada konsumen yang loyal terhadap ekosistem iOS sekaligus penggemar teknologi yang telah menantikan kehadiran iPhone dengan layar lipat.
Erajaya Membawa iPhone Duo ke Pasar Indonesia melalui iBox
Apple akan memasarkan iPhone Duo di Indonesia melalui jaringan Apple authorized reseller. Salah satu distributor yang akan membawa produk tersebut ke pasar domestik ialah Erajaya Group melalui jaringan iBox.
Sentimen tersebut ikut mengangkat saham ERAA di Bursa Efek Indonesia. Pada perdagangan Rabu (9/9/2026), saham ERAA mengakhiri sesi di level Rp610 per saham.
Level tersebut menjadi harga tertinggi ERAA sejak akhir Desember 2021. Dalam periode lima tahun terakhir, saham ERAA sempat merosot hingga Rp312 pada 14 Februari 2025 sebelum kembali menguat.
Saham ERAA Mencatat Kenaikan 48,06 Persen Sepanjang 2026
Kenaikan saham ERAA hingga Rp610 mencerminkan pertumbuhan 48,06% secara year-to-date pada 2026. Dalam enam bulan terakhir, saham tersebut juga melonjak 57,22%.
Pada level itu, ERAA mencatat kapitalisasi pasar sekitar Rp9,73 triliun. Penguatan saham turut mendapat dukungan dari pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan.
Erajaya Meningkatkan Penjualan dan Laba pada Semester I 2026
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian hingga 30 Juni 2026, ERAA membukukan penjualan Rp42,90 triliun. Angka tersebut tumbuh 22,39% dibandingkan dengan Rp35,05 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pendapatan juga mendorong laba bersih perusahaan. ERAA mencatat laba bersih Rp784,02 miliar pada semester I/2026, naik 37,96% dari Rp568,30 miliar pada semester I/2025.
Selain itu, kinerja penjualan ritel ERAA menunjukkan perbaikan pada Juli 2026. Perbaikan same-store sales growth (SSSG) dibandingkan bulan sebelumnya memberikan sinyal positif bagi kinerja operasional perusahaan.
MNC Sekuritas menilai siklus peluncuran produk baru dapat menopang kinerja ERAA pada kuartal IV/2026. Kehadiran iPhone Duo pun berpotensi menjadi salah satu katalis bagi kinerja penjualan Erajaya pada periode tersebut.
