JAKARTA — PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk. (SMLE) menyiapkan ekspansi ekspor minyak nilam ke India dan Eropa mulai 2027. Perseroan melihat tingginya kebutuhan bahan baku wewangian sebagai peluang untuk mengembangkan lini bisnis baru.
Direktur Utama Sinergi Multi Lestarindo Siu Min mengatakan India menjadi salah satu pasar utama yang dibidik SMLE. Berdasarkan data impor yang diterima perseroan, India membeli sekitar 900 ton minyak nilam sehingga SMLE melihat peluang untuk meningkatkan penjualan di negara tersebut.
SMLE Memperluas Penetrasi Pasar India melalui Distributor Lokal
Untuk memperkuat rencana ekspor, SMLE telah menjalankan roadshow ke India. Perseroan bertemu sejumlah distributor dan menjalin kerja sama dengan salah satu distributor besar di negara tersebut.
Selain India, SMLE juga mengincar pasar Eropa yang memanfaatkan minyak nilam sebagai bahan baku industri fragrance. Perseroan bahkan telah membangun koneksi dengan sejumlah pemasok di kawasan Eropa untuk mendukung pengembangan pasar ekspor.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi SMLE dalam memperluas pasar produk berbasis bahan baku wewangian. Dengan jaringan distributor dan pemasok yang mulai terbentuk, perseroan menargetkan penjualan internasional pada 2027.
SMLE Mengembangkan Kapasitas Produksi Minyak Nilam di Gresik
SMLE mulai memasuki bisnis minyak nilam melalui kolaborasi dengan PT Kencana Alam Sakti (KAS) sejak akhir 2025. KAS kemudian mengembangkan fasilitas produksi di Gresik untuk mendukung kebutuhan bisnis tersebut.
KAS berencana menambah dua unit produksi pada 2027. Penambahan fasilitas itu akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi sekitar 100–400 ton minyak nilam per tahun.
Pabrik tersebut diperkirakan mulai berproduksi pada akhir 2026. Setelah itu, KAS menargetkan produk minyak nilam dengan standar internasional mulai masuk pasar penjualan pada 2027.
SMLE Mengandalkan Minyak Nilam sebagai Lini Bisnis Baru
SMLE berharap bisnis minyak nilam dapat memberikan kontribusi profitabilitas yang lebih tinggi bagi perseroan. Perusahaan juga melihat ekspansi tersebut sebagai peluang untuk menambah sumber pendapatan melalui pasar ekspor.
Dengan persiapan kapasitas produksi, jaringan distributor India, serta koneksi dengan pemasok Eropa, SMLE menargetkan pengembangan bisnis minyak nilam berjalan mulai 2027.
