JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Rabu (9/9/2026) dengan pelemahan tipis. IHSG turun 0,02 persen atau 1,38 poin ke level 6.685,39 pada pukul 09.02 WIB.
Pergerakan pasar menunjukkan kondisi yang cukup beragam. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 305 saham menguat, 180 saham melemah, sedangkan 478 saham bergerak stagnan.
EMTK Memimpin Penurunan Saham LQ45 pada Awal Perdagangan
Sejumlah saham berkapitalisasi besar masuk tekanan pada awal sesi. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) mencatat penurunan paling dalam dengan melemah 1,92 persen ke Rp510.
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) kemudian turun 1,80 persen ke Rp3.280, sedangkan PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) terkoreksi 1,28 persen ke Rp770.
Tekanan juga terjadi pada saham PT Astra International Tbk. (ASII) yang turun 1,01 persen ke Rp4.880. Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) melemah 0,80 persen ke Rp1.240 dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 0,75 persen ke Rp6.625.
AMMN dan MEDC Menguat di Tengah Pelemahan IHSG
Di sisi lain, sejumlah saham komoditas mampu bergerak positif ketika IHSG berada di zona merah. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mencatat kenaikan 1,93 persen ke Rp4.760.
PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) menyusul dengan penguatan 1,63 persen ke Rp1.560. PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) juga naik 1,04 persen ke Rp970.
Penguatan turut terjadi pada PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) sebesar 0,99 persen ke Rp204. Kemudian, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) naik 0,97 persen ke Rp1.040 dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) menguat 0,72 persen ke Rp695.
Analis Membuka Peluang IHSG Menguji Level 6.700
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda melihat IHSG masih memiliki momentum positif secara teknikal. Menurutnya, indeks kembali mendekati area resistance 6.700 sehingga peluang penguatan masih terbuka.
Reza memperkirakan IHSG dapat bergerak dalam kisaran 6.600–6.700 dalam waktu dekat. Jika indeks mampu menembus resistance 6.700, IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan menuju level 6.755.
Sebaliknya, level 6.600 menjadi support terdekat yang perlu diperhatikan investor. Dengan demikian, arah pergerakan IHSG selanjutnya akan bergantung pada kemampuan indeks mempertahankan support sekaligus menembus resistance utama tersebut.
