JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I Rabu (9/9/2026) di zona merah. IHSG melemah 0,58% atau 38,95 poin ke level 6.647,49 pada pukul 12.05 WIB.
Sepanjang sesi pertama, IHSG sempat menyentuh level terendah 6.642,15 dan mencapai posisi tertinggi 6.707,31. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp11.621 triliun.
Pergerakan pasar menunjukkan tekanan yang cukup luas. Sebanyak 371 saham mengalami penurunan, sedangkan 286 saham menguat dan 306 saham lainnya bergerak stagnan.
Saham POLA Memimpin Penguatan pada Sesi Pertama
Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham justru mencatat kenaikan signifikan. Saham PT Pool Advista Finance Tbk. (POLA) memimpin jajaran penguat setelah melesat 25,71% ke Rp88.
Selanjutnya, saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk. (DPUM) naik 20,19% ke Rp125. Saham PT Magna Investama Mandiri Tbk. (MGNA) juga menguat 15,79% ke Rp110.
Penguatan berikutnya datang dari PT MultiSpunindo Jaya Tbk. (MSJA) yang naik 15,32% ke Rp715. Sementara itu, PT PMineral Sumberdaya Mandiri Tbk. (AKSI) mencatat kenaikan 14,39% ke Rp318.
Saham XBIN Memimpin Pelemahan di Bursa
Sebaliknya, tekanan paling besar datang dari sejumlah saham yang masuk jajaran top losers. Reksa Dana Indeks Bahana ETF Bisnis (XBIN) turun 14,86% ke Rp464.
Saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk. (UDNG) menyusul dengan penurunan 9,88% ke Rp730. Kemudian, PT Hetzer Medical Indonesia Tbk. (MEDS) melemah 9,71% ke Rp93.
Saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. (LUCY) ikut turun 9,62% ke Rp432. PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA) melengkapi lima besar saham yang melemah setelah turun 9,32% ke Rp214.
Investor Mencermati Pergerakan IHSG Menuju Level 6.750
Sebelumnya, Tim Riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dengan resistance 6.750 dan support 6.500. Pada perdagangan Selasa (8/9), IHSG menguat 1,01% setelah saham-saham berkapitalisasi besar menopang pergerakan indeks.
Selain itu, pembukaan kembali Bandara Soekarno-Hatta setelah penutupan akibat sebaran abu vulkanik erupsi Anak Krakatau turut memberikan sentimen positif. Kenaikan cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2026 juga ikut menopang optimisme pasar.
Pada perdagangan Rabu, investor turut mencermati indeks keyakinan konsumen Agustus 2026. Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks tersebut naik tipis menjadi 117 dari posisi sebelumnya 116,8.
Kenaikan Harga Minyak Membuka Risiko Profit Taking
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang menguji area 6.700 hingga 6.750. Namun, investor perlu memperhatikan potensi pullback karena kenaikan harga minyak dapat memicu aksi ambil untung.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan IHSG pada sesi berikutnya akan bergantung pada kemampuan indeks mempertahankan momentum positif sekaligus meredam tekanan jual dari investor.
