JAKARTA — Indeks Bisnis-27 membuka perdagangan Rabu (9/9/2026) di zona merah. Indeks hasil kerja sama harian Bisnis Indonesia tersebut turun 0,09 persen ke level 458,82 pada pukul 09.00 WIB.
Meski indeks melemah, mayoritas saham konstituen justru bergerak positif. Pasar mencatat volume transaksi 126,1 juta saham dengan nilai Rp195,2 miliar. Sementara itu, kapitalisasi pasar Indeks Bisnis-27 mencapai Rp3.447 triliun.
Sebanyak 13 saham menguat, delapan saham melemah, dan enam saham lainnya tidak mengalami perubahan harga pada awal perdagangan.
ADRO dan PTBA Menguat di Tengah Pelemahan Indeks
Sejumlah saham konstituen mencatat kenaikan pada awal sesi. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) naik 0,37 persen ke Rp2.700, sedangkan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) menguat 0,38 persen ke Rp1.315.
PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) juga naik 0,45 persen ke Rp448. Selanjutnya, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menguat 0,36 persen ke Rp1.400 dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) naik 0,67 persen ke Rp3.020.
Namun, penguatan mayoritas saham belum mampu membawa Indeks Bisnis-27 ke zona positif. Pelemahan sejumlah saham berbobot besar, terutama kelompok perbankan, masih menekan pergerakan indeks.
Saham Big Banks Menekan Pergerakan Indeks Bisnis-27
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 0,75 persen ke Rp6.625 pada pembukaan perdagangan. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) juga melemah 0,26 persen ke Rp3.860, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 0,45 persen ke Rp4.410.
Di sisi lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) masih bertahan di level Rp3.410 tanpa perubahan. Kondisi tersebut membuat pelemahan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar memberikan tekanan signifikan terhadap indeks.
IHSG Menguat 0,30 Persen pada Awal Perdagangan
Berbeda dengan Indeks Bisnis-27, IHSG justru membuka perdagangan dengan penguatan. IHSG naik 0,30 persen atau 20,20 poin ke level 6.706,64.
Tim riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG memiliki resistance di level 6.750 dan support pada 6.500. Sehari sebelumnya, IHSG menguat 1,01 persen setelah bergerak positif sepanjang perdagangan.
Analis menilai penguatan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah saham berkapitalisasi besar. Selain itu, pembukaan kembali Bandara Soekarno-Hatta setelah penutupan akibat sebaran abu vulkanik erupsi Anak Krakatau turut memberikan sentimen positif.
Kenaikan cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2026 juga ikut menopang sentimen pasar. Selanjutnya, investor akan mencermati data indeks keyakinan konsumen yang diperkirakan naik tipis menjadi 117 pada Agustus 2026 dari 116,8 sebelumnya.
Investor Mewaspadai Risiko Profit Taking saat IHSG Menguji 6.750
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguji area 6.700–6.750 dalam perdagangan Rabu. Namun, kenaikan harga minyak berpotensi memicu aksi ambil untung sehingga investor tetap perlu mencermati risiko pullback.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan saham berkapitalisasi besar akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan arah IHSG maupun Indeks Bisnis-27 sepanjang sesi perdagangan.
