hargasaham.id – Rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) terus menjadi perhatian pelaku pasar. Salah satu isu yang banyak dibahas adalah besaran kepemilikan publik atau free float setelah perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tersebut melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menanggapi berbagai pertanyaan yang muncul, BEI memastikan struktur kepemilikan saham RANS telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Bursa bahkan memperkirakan porsi free float perseroan akan mencapai sekitar 28,85 persen setelah proses IPO selesai.
Angka tersebut berada di atas batas minimum yang ditetapkan regulator. Dengan demikian, RANS dinilai memenuhi persyaratan pencatatan saham yang berlaku di pasar modal Indonesia.
BEI Beri Kepastian Terkait Struktur Kepemilikan Saham
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa evaluasi terhadap rencana pencatatan saham RANS mengacu pada ketentuan yang berlaku saat dokumen permohonan diterima bursa.
Menurut Nyoman, dokumen pengajuan pencatatan saham RANS telah masuk sebelum Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 mulai berlaku pada 31 Maret 2026. Karena itu, proses penilaian tetap menggunakan ketentuan sebelumnya sesuai aturan transisi yang berlaku.
Ia menegaskan bahwa perhitungan free float tidak hanya berasal dari saham yang ditawarkan kepada publik dalam IPO. Bursa juga memperhitungkan pemegang saham eksisting yang memenuhi kriteria free float sesuai regulasi pasar modal.
“Dengan demikian, berdasarkan struktur kepemilikan saham setelah IPO, porsi free float Perseroan diperkirakan mencapai sekitar 28,85 persen,” ujar Nyoman.
Ia menambahkan bahwa struktur kepemilikan saham setelah IPO telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku di BEI.
Free Float Lebih Besar dari Porsi Saham IPO
Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan perseroan, RANS menawarkan sebanyak 2,525 miliar saham baru kepada investor. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Persentase itu sempat memunculkan pertanyaan dari sebagian pelaku pasar. Pasalnya, aturan terbaru mensyaratkan batas minimum free float tertentu bagi perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertentu.
Namun, BEI menjelaskan bahwa free float tidak identik dengan jumlah saham yang dilepas saat IPO. Saham milik pemegang saham lama yang tidak termasuk kategori pengendali maupun pihak afiliasi juga dapat dihitung sebagai bagian dari free float.
Karena itu, porsi kepemilikan publik RANS setelah IPO diperkirakan lebih tinggi dibandingkan jumlah saham yang ditawarkan dalam proses penawaran umum perdana.
Perhitungan tersebut membuat total free float perseroan mencapai sekitar 28,85 persen. Angka itu berada di atas ambang batas minimum yang dipersyaratkan.
IPO RANS Menuju Tahap Pencatatan Saham
RANS saat ini berada dalam tahapan penawaran awal dengan kisaran harga Rp135 hingga Rp170 per saham. Perseroan menargetkan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026.
Dengan rentang harga tersebut, kapitalisasi pasar perusahaan diperkirakan berada di kisaran Rp1,7 triliun hingga Rp2,1 triliun.
Kehadiran RANS di lantai bursa menarik perhatian investor karena perusahaan memiliki bisnis yang cukup beragam. Selain bergerak di bidang hiburan dan media digital, perseroan juga mengembangkan berbagai lini usaha lain yang terhubung dengan ekosistem bisnis grup.
Nama besar Raffi Ahmad dan Nagita Slavina juga menjadi faktor yang membuat IPO ini mendapat sorotan luas dari masyarakat maupun investor.
Investor Menunggu Prospek Pasca-IPO
Setelah kepastian mengenai free float disampaikan BEI, perhatian investor kini mulai beralih pada prospek bisnis dan penggunaan dana hasil IPO.
Pelaku pasar akan mencermati strategi ekspansi yang akan dijalankan perseroan setelah resmi menjadi perusahaan terbuka. Selain itu, investor juga akan menilai kemampuan perusahaan dalam meningkatkan pendapatan dan profitabilitas di tengah persaingan industri hiburan digital yang semakin ketat.
Di sisi lain, kepastian bahwa porsi free float mencapai 28,85 persen memberikan sinyal positif bagi pasar. Struktur kepemilikan tersebut dinilai dapat mendukung likuiditas perdagangan saham setelah RANS resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Dengan terpenuhinya persyaratan free float, proses IPO RANS kini memasuki tahap akhir menuju pencatatan saham. Investor pun menunggu debut perusahaan tersebut di pasar modal pada Juli mendatang sambil mencermati potensi pertumbuhan bisnis yang ditawarkan perseroan.
