Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026, dengan penguatan 0,50% ke level 6.351. Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti DCII, BREN, AMMN, dan DSSA menjadi penopang utama pergerakan indeks.
Mengutip data IDX Mobile, IHSG bertambah 31,53 poin dari posisi perdagangan sebelumnya. Sepanjang sesi, indeks bergerak dalam rentang 6.316 hingga 6.367.
Pasar mencatat aktivitas perdagangan yang cukup tinggi. Investor memperdagangkan 39,16 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp14,91 triliun. Sementara itu, kapitalisasi pasar meningkat menjadi Rp11.084 triliun.
Saham Big Caps Mendorong Penguatan IHSG
Sejumlah saham big caps mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan tersebut. DCII memimpin penguatan setelah harganya melonjak 5,88% menjadi Rp200.000 per saham.
BREN turut menguat 2,51% ke level Rp3.330. Kemudian, AMMN naik 3,27% menjadi Rp4.420, sedangkan BRPT bertambah 0,81% ke Rp1.870.
DSSA juga mencatat kenaikan 3,39% menjadi Rp865. Sementara itu, SRAJ menguat 0,97% ke posisi Rp13.000.
Namun, sejumlah saham berkapitalisasi besar justru menekan laju indeks. BBCA turun 0,77% menjadi Rp6.450, sedangkan BBRI melemah 1,31% ke Rp3.020.
BMRI juga terkoreksi 0,94% menjadi Rp4.220. Di sektor telekomunikasi, TLKM turun 2,87% ke Rp2.710. BYAN ikut melemah 0,21% menjadi Rp12.050, sedangkan MORA mencatat penurunan paling dalam sebesar 11,29% ke Rp5.500.
Investor Menguatkan IHSG untuk Kedua Kalinya
Penguatan pada Rabu sekaligus memperpanjang tren positif IHSG menjadi dua hari perdagangan berturut-turut. Sehari sebelumnya, indeks juga berhasil menguat pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026.
Dalam sepekan terakhir, IHSG telah menguat 3,60%. Kinerja bulanan juga menunjukkan kenaikan 8,09%. Namun, indeks masih menghadapi tekanan dalam periode yang lebih panjang.
Dalam tiga bulan terakhir, IHSG masih terkoreksi 8,90%. Secara year to date, indeks bahkan masih mencatat penurunan sebesar 26,55%.
Pertumbuhan Ekonomi Mengangkat Sentimen Pasar
Data pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi salah satu katalis utama yang mendorong penguatan IHSG. Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi nasional tumbuh 5,29% secara tahunan pada kuartal II/2026.
Tim riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai data tersebut memberikan sentimen positif bagi pasar saham. Analis Mirae Asset menyebut IHSG menguat sejak sesi pertama setelah investor merespons pertumbuhan ekonomi kuartal II/2026.
Selain faktor domestik, kondisi pasar regional turut memberikan dukungan. Sejumlah bursa utama Asia bergerak positif, terutama bursa Tokyo dan Seoul, setelah reli saham teknologi di Wall Street memberikan sentimen positif terhadap pasar saham kawasan.
Dengan dukungan pertumbuhan ekonomi domestik dan penguatan sejumlah saham big caps, IHSG berhasil mempertahankan momentum positif meskipun beberapa saham unggulan masih mengalami tekanan.
