hargasaham.id – Investor senior Lo Kheng Hong kembali menikmati hasil investasinya dari pasar saham. Kali ini, keuntungan tersebut berasal dari pembagian dividen yang dilakukan oleh PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP).
Sebagai salah satu pemegang saham individu terbesar di kedua emiten tersebut, Lo Kheng Hong berhak menerima dividen dalam jumlah yang sangat besar. Nilainya bahkan mencapai puluhan miliar rupiah hanya dari satu periode pembagian laba perusahaan.
Pendapatan dividen tersebut kembali menunjukkan strategi investasi yang selama ini dikenal melekat pada sosok Lo Kheng Hong. Investor yang dijuluki Warren Buffett Indonesia itu kerap menempatkan dana pada perusahaan dengan fundamental kuat dan kemampuan menghasilkan laba secara konsisten.
Melalui strategi tersebut, ia tidak hanya mengandalkan keuntungan dari kenaikan harga saham. Dividen juga menjadi sumber pendapatan penting yang terus mengalir setiap tahun.
SIMP dan LSIP Bagikan Dividen kepada Pemegang Saham
PT Salim Ivomas Pratama Tbk. memutuskan membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Keputusan serupa juga diambil oleh PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. Kedua emiten perkebunan tersebut membagikan sebagian laba bersih kepada investor sebagai bentuk apresiasi atas kinerja perusahaan.
Pembagian dividen menjadi perhatian pelaku pasar karena SIMP dan LSIP dikenal sebagai emiten yang memiliki basis aset perkebunan yang besar. Kinerja keduanya juga sangat dipengaruhi oleh dinamika harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
Ketika perusahaan menghasilkan laba yang baik, pemegang saham memiliki peluang memperoleh pendapatan tambahan melalui dividen yang dibagikan.
Bagi investor jangka panjang seperti Lo Kheng Hong, dividen menjadi salah satu faktor penting dalam membangun nilai investasi secara berkelanjutan.
Kepemilikan Saham Besar Hasilkan Dividen Jumbo
Lo Kheng Hong tercatat memiliki kepemilikan saham yang cukup signifikan di SIMP maupun LSIP. Porsi kepemilikan tersebut membuat nilai dividen yang diterimanya jauh lebih besar dibandingkan investor ritel pada umumnya.
Berdasarkan data kepemilikan saham terbaru, Lo Kheng Hong menguasai ratusan juta lembar saham di kedua perusahaan tersebut. Dengan jumlah saham sebesar itu, setiap pembagian dividen langsung memberikan tambahan pendapatan yang sangat besar.
Pendapatan dividen yang diterima diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Angka tersebut berasal dari kombinasi pembayaran dividen SIMP dan LSIP pada tahun buku terbaru.
Kondisi ini menunjukkan bagaimana investasi jangka panjang dapat menghasilkan arus kas yang stabil bagi investor. Semakin besar kepemilikan saham pada perusahaan yang rajin membagikan dividen, semakin besar pula potensi pendapatan pasif yang diperoleh.
Strategi tersebut telah lama diterapkan oleh Lo Kheng Hong dalam membangun portofolionya di pasar modal Indonesia.
Strategi Investasi Jangka Panjang Kembali Terbukti
Kesuksesan Lo Kheng Hong memperoleh dividen jumbo tidak terjadi dalam waktu singkat. Ia dikenal sebagai investor yang membeli saham ketika valuasinya masih murah dan kemudian menyimpannya dalam jangka panjang.
Pendekatan tersebut membuatnya mampu menikmati berbagai manfaat sekaligus. Selain memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham, ia juga menerima dividen yang dibagikan secara berkala.
SIMP dan LSIP merupakan contoh investasi yang telah lama berada dalam portofolionya. Kedua perusahaan bergerak di sektor perkebunan yang memiliki aset besar dan bisnis yang relatif mapan.
Meskipun sektor perkebunan mengalami siklus naik turun, perusahaan tetap mampu menghasilkan keuntungan dan membagikan sebagian laba kepada pemegang saham.
Hal tersebut menjadi alasan mengapa investor jangka panjang tetap tertarik pada saham-saham dengan fundamental yang kuat.
Dividen Tetap Menjadi Daya Tarik Investor
Pembagian dividen dari SIMP dan LSIP kembali menegaskan pentingnya faktor dividen dalam strategi investasi saham. Banyak investor mulai mempertimbangkan emiten yang memiliki rekam jejak pembagian dividen secara konsisten.
Dividen memberikan keuntungan tambahan tanpa harus menjual saham yang dimiliki. Karena itu, investor dapat menikmati pendapatan rutin sambil tetap mempertahankan potensi kenaikan nilai investasi di masa depan.
Lo Kheng Hong menjadi salah satu contoh investor yang berhasil memanfaatkan strategi tersebut. Dengan kepemilikan saham yang besar dan kesabaran dalam berinvestasi, ia mampu memperoleh pendapatan dividen dalam jumlah yang sangat signifikan.
Keberhasilan tersebut kembali memperlihatkan bahwa investasi berbasis fundamental dan orientasi jangka panjang masih menjadi strategi yang relevan di pasar modal. Di tengah fluktuasi harga saham yang sering terjadi, dividen tetap menjadi salah satu sumber keuntungan yang paling menarik bagi investor.
