Skip to content
HargaSaham
Menu
  • Blog
  • Keuangan
  • Tentang Kami
  • Tips & Saran
  • Kebijakan Privasi
Menu

Dari Free Float 15%, OJK Mau Lebih Banyak Saham RI Masuk Indeks MSCI dan FTSE

Posted on 04/04/2026

OJK Dorong Kenaikan Free Float untuk Perbanyak Saham Indonesia Masuk Indeks Global

Investor mengamati pergerakan harga saham di Depok, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026). Saat ini banyak saham emiten yang sudah memiliki free float di atas 15%, dan akan sangat lebih baik jika ke depan bursa Indonesia memiliki saham-saham berkapitalisasi pasar besar dan free float tinggi sehingga meningkatkan likuiditas serta partisipasi investor publik. /JIBI-Bisnis-Arief Hermawan P

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan lebih banyak saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI) masuk ke indeks global seperti MSCI dan FTSE. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan porsi free float dari sebelumnya 7,5% menjadi 15% guna memperkuat daya tarik pasar modal domestik.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi menjelaskan bahwa kebijakan tersebut menjadi langkah awal untuk meningkatkan investability saham Indonesia di mata investor global. Ia menilai semakin besar porsi saham yang beredar di publik, maka semakin tinggi pula likuiditas dan partisipasi investor.

OJK Percepat Penyesuaian Aturan untuk Tingkatkan Likuiditas Pasar

Hasan menegaskan regulator akan bergerak proaktif dalam mendorong lebih banyak emiten masuk indeks global. OJK juga mempelajari metode dan kriteria seleksi yang digunakan MSCI dan FTSE agar saham Indonesia dapat memenuhi standar tersebut.

Saat ini, proses revisi aturan terkait free float tengah berlangsung melalui perubahan Peraturan I-A. OJK bersama BEI sedang menyelesaikan pembahasan internal sebelum mengajukan persetujuan final. Regulasi ini ditargetkan mulai berlaku pada Maret 2026.

Dinamika MSCI Tekan Pasar Saham Indonesia di Awal Tahun

Pada awal tahun 2026, pasar saham Indonesia menghadapi tekanan setelah MSCI mengumumkan pembekuan rebalancing indeks untuk Indonesia. Keputusan tersebut tidak hanya menahan masuknya saham baru ke indeks global, tetapi juga menyoroti isu tata kelola dan transparansi pasar.

Kondisi ini sempat memicu pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara berulang. Bahkan, Indonesia menghadapi risiko penurunan status menjadi frontier market apabila perbaikan tidak dilakukan.

Sebagai respons, pemerintah dan regulator diberikan waktu hingga Mei 2026 untuk melakukan pembenahan. Penyesuaian free float menjadi salah satu langkah strategis yang diajukan untuk meningkatkan kepercayaan pasar global.

OJK Gunakan Free Float untuk Tingkatkan Daya Saing Bursa Indonesia

Hasan menjelaskan bahwa peningkatan free float memang tidak secara langsung menjadi tuntutan MSCI, namun langkah ini tetap relevan untuk memperbaiki daya saing pasar modal Indonesia. Dengan memperbesar porsi saham yang dapat diperdagangkan publik, Indonesia diharapkan mampu bersaing dengan pasar lain yang lebih likuid.

Ia menilai kondisi saat ini menunjukkan bahwa free float di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara lain. Oleh karena itu, kebijakan ini diharapkan mampu memperbaiki struktur pasar sekaligus menarik lebih banyak investor global.

Bursa Global Terapkan Standar Free Float Lebih Tinggi Dibanding Indonesia

Sejumlah negara emerging market telah menerapkan standar free float yang lebih tinggi. Bursa Thailand menetapkan batas minimal 15%, sementara Uni Emirat Arab mensyaratkan setidaknya 20%.

Di India, perusahaan tercatat wajib memiliki free float minimal 25%, dan regulator memberikan batas waktu ketat bagi emiten untuk memenuhi ketentuan tersebut. Bursa China juga menetapkan standar 25% atau minimal 10% untuk perusahaan dengan kapitalisasi besar.

Sementara itu, Brasil menetapkan batas minimal 20% atau 15% dengan syarat likuiditas tinggi. Bursa Malaysia bahkan mewajibkan free float sebesar 25%, sedangkan Filipina menetapkan minimal 10%.

Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan free float menjadi langkah penting agar pasar saham Indonesia mampu sejajar dengan standar global dan meningkatkan peluang masuk ke indeks internasional.

Archives

  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025

Recent Posts

  • Lo Kheng Hong Raup Dividen dari SIMP dan LSIP, Nilainya Tembus Puluhan Miliar Rupiah
  • IHSG Bangkit 1,96% ke Level 5.999, Saham TOWR hingga WIFI Jadi Bintang Penguatan
  • Indeks Bisnis-27 Berbalik Menguat, Saham MIKA, JPFA dan ASII Pimpin Reli Pasar
  • BEI Ubah Klasifikasi Sektor Sejumlah Emiten, Saham HRUM dan ARGO Resmi Beralih Kelompok Industri
  • Indeks Bisnis-27 Kembali Masuk Zona Merah, Saham ANTM, PTBA dan AKRA Jadi Penekan Utama

Recent Comments

    Situs Terkait

    • Situs Berita - Beritakecelakaan : beritakecelakaan.id
    • Situs Berita - Hargasaham : hargasaham.id
    • Situs Berita - Beritapenipuan : beritapenipuan.id
    • Situs Berita - Hargasemen : hargasemen.com
    • Situs Berita - Esports : unequalledmedia.com
    • Situs Berita - Belikaca : belikaca.id
    • Situs Berita - Indonesiafashion : indonesiafashion.com
    ©2026 HargaSaham | Design: Newspaperly WordPress Theme