Skip to content
HargaSaham
Menu
  • Blog
  • Keuangan
  • Tentang Kami
  • Tips & Saran
  • Kebijakan Privasi
Menu

Investasi Saham McDonalds vs Starbucks Rp 16 Juta, Jadi Berapa setelah 10 Tahun?

Posted on 04/04/2026

Investor Bandingkan Kinerja Saham McDonald’s dan Starbucks dalam 10 Tahun Terakhir

ilustrasi logo McDonald's (AFP/Justin Sullivan)

Investor global terus membandingkan kinerja saham McDonald’s (MCD) dan Starbucks (SBUX) sebagai dua raksasa sektor konsumsi. Dalam satu dekade terakhir, kedua emiten ini menunjukkan perbedaan performa yang cukup mencolok, meski sama-sama memberikan keuntungan jangka panjang.

Data terbaru pada Rabu, 18 Maret 2026, menunjukkan McDonald’s mencatat pertumbuhan lebih stabil berkat strategi bisnis berbasis waralaba. Perusahaan ini juga memperkuat daya tarik melalui menu terjangkau dan program loyalitas yang menghasilkan sekitar USD 37 miliar penjualan tahunan.

Sebaliknya, Starbucks sempat menikmati lonjakan kinerja pascapandemi. Namun, perusahaan menghadapi tekanan setelah pelanggan menjadi lebih sensitif terhadap harga, sehingga berdampak pada penurunan kunjungan.

McDonald’s Jalankan Strategi Stabil Sementara Starbucks Lakukan Transformasi Bisnis

McDonald’s menjalankan strategi “Accelerating the Arches” untuk menjaga pertumbuhan bisnis secara konsisten. Strategi ini menekankan efisiensi operasional serta harga yang kompetitif sehingga tetap menarik bagi konsumen.

Di sisi lain, Starbucks menghadapi tantangan dalam mempertahankan posisi sebagai brand premium. Perusahaan bahkan mengganti CEO pada akhir 2024 dan menutup 627 gerai yang tidak berkinerja optimal.

Saat ini, CEO baru Brian Niccol mendorong pemulihan melalui strategi “Back to Starbucks”. Langkah tersebut bertujuan mengembalikan daya tarik merek sekaligus meningkatkan kinerja operasional.

Investasi McDonald’s Hasilkan Imbal Lebih Tinggi Dibanding Starbucks

Perbandingan investasi menunjukkan perbedaan signifikan dalam jangka waktu tertentu. Jika investor menanamkan dana USD 1.000 atau sekitar Rp 16 juta, hasil yang diperoleh dari kedua saham ini berbeda cukup jauh.

Dalam satu tahun terakhir, investasi di McDonald’s tumbuh menjadi USD 1.112 atau naik 11,2%. Sementara itu, Starbucks hanya meningkat menjadi USD 1.025 atau 2,5%, jauh di bawah kenaikan indeks S&P 500 sebesar 18,9%.

Dalam lima tahun, McDonald’s menghasilkan imbal 63,3% hingga mencapai USD 1.633. Sebaliknya, Starbucks cenderung stagnan dengan nilai USD 994 atau turun tipis 0,6%.

Namun dalam jangka 10 tahun, kedua saham tetap mencatat keuntungan. McDonald’s melonjak menjadi USD 3.352 atau naik 235,2%, sedangkan Starbucks mencapai USD 2.024 atau tumbuh 102,4%.

Starbucks Mulai Tunjukkan Pemulihan Meski Valuasi Masih Tinggi

Meski tertinggal dalam jangka panjang, Starbucks mulai menunjukkan tanda pemulihan pada 2026. Sahamnya naik 16,93% sepanjang tahun berjalan, melampaui kenaikan McDonald’s sebesar 7,48%.

Secara fundamental, McDonald’s tetap unggul dengan dividen sekitar 2,2% dan arus kas bebas mencapai USD 7,18 miliar pada 2025. Program loyalitasnya juga mencatat sekitar 210 juta pengguna aktif.

Sementara itu, Starbucks memiliki valuasi lebih tinggi di kisaran 81 kali laba, mencerminkan ekspektasi besar terhadap pemulihan kinerja. Perusahaan juga masih menanggung biaya restrukturisasi, meski mulai mencatat pertumbuhan transaksi positif di Amerika Serikat setelah delapan kuartal.

Selain itu, Starbucks menyiapkan kerja sama strategis di China bersama Boyu Capital yang ditargetkan rampung pada 2026. Langkah ini diharapkan memperkuat ekspansi dan mempercepat pemulihan bisnis.

Archives

  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025

Recent Posts

  • Lo Kheng Hong Raup Dividen dari SIMP dan LSIP, Nilainya Tembus Puluhan Miliar Rupiah
  • IHSG Bangkit 1,96% ke Level 5.999, Saham TOWR hingga WIFI Jadi Bintang Penguatan
  • Indeks Bisnis-27 Berbalik Menguat, Saham MIKA, JPFA dan ASII Pimpin Reli Pasar
  • BEI Ubah Klasifikasi Sektor Sejumlah Emiten, Saham HRUM dan ARGO Resmi Beralih Kelompok Industri
  • Indeks Bisnis-27 Kembali Masuk Zona Merah, Saham ANTM, PTBA dan AKRA Jadi Penekan Utama

Recent Comments

    Situs Terkait

    • Situs Berita - Beritakecelakaan : beritakecelakaan.id
    • Situs Berita - Hargasaham : hargasaham.id
    • Situs Berita - Beritapenipuan : beritapenipuan.id
    • Situs Berita - Hargasemen : hargasemen.com
    • Situs Berita - Esports : unequalledmedia.com
    • Situs Berita - Belikaca : belikaca.id
    • Situs Berita - Indonesiafashion : indonesiafashion.com
    ©2026 HargaSaham | Design: Newspaperly WordPress Theme