Semen Indonesia Membagikan Seluruh Laba 2025 Sebagai Dividen Tunai
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)
Semen Indonesia Menetapkan Seluruh Laba Tahun Buku 2025 untuk Pemegang Saham
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG menetapkan seluruh laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2025 sebagai dividen tunai. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar perseroan.
Total laba yang dibagikan mencapai Rp190,848 miliar. Manajemen perusahaan menyatakan keputusan ini menjadi bentuk komitmen SIG dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham atas dukungan dan kepercayaan yang terus diberikan kepada perusahaan.
Selain menetapkan pembagian dividen, rapat juga menyetujui laporan tahunan perseroan untuk tahun buku 2025. Melalui keputusan tersebut, perusahaan menegaskan fokusnya untuk menjaga tata kelola bisnis yang sehat sekaligus menciptakan imbal hasil bagi investor.
Semen Indonesia Menyetujui Sejumlah Agenda Strategis dalam RUPST
Dalam agenda rapat yang sama, para pemegang saham juga menyetujui sejumlah keputusan strategis lain yang berkaitan dengan arah bisnis perusahaan. Perseroan memberikan wewenang kepada pemegang saham Seri B terbanyak atau kuasanya untuk menetapkan remunerasi dewan komisaris dan direksi untuk tahun buku 2026.
Selain itu, perusahaan juga menetapkan kantor akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan perseroan. Tidak berhenti di situ, rapat turut memberikan kuasa kepada dewan komisaris untuk menyetujui Rencana Jangka Panjang Perusahaan periode 2026 hingga 2030 serta Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan tahun 2027.
SIG juga memperoleh persetujuan atas laporan pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum terbatas melalui skema penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu. Di saat yang sama, pemegang saham turut menyetujui perubahan anggaran dasar perusahaan.
Semen Indonesia Melihat Pemulihan Industri Semen pada 2026
Memasuki 2026, SIG melihat industri semen nasional mulai bergerak menuju fase pemulihan yang lebih stabil. Proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,2 persen hingga 5,5 persen dinilai dapat menjadi pendorong permintaan pasar.
Perseroan memperkirakan konsumsi semen domestik akan tumbuh moderat sekitar 1 hingga 2 persen. Pemulihan daya beli masyarakat dan percepatan realisasi proyek pemerintah diperkirakan akan menjadi katalis positif bagi pemulihan industri semen nasional.
Sejak menjalankan strategi transformasi bisnis pada paruh kedua 2025, SIG mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus membuka peluang pasar baru melalui penguatan ekspor.
Semen Indonesia Meningkatkan Penjualan dan Memperluas Basis Ekspor
Pada kuartal pertama 2026, SIG mencatat kenaikan volume penjualan sebesar 1,7 persen secara tahunan menjadi 8,71 juta ton. Perseroan juga membukukan pendapatan sebesar Rp8,29 triliun atau tumbuh 8,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk memperkuat daya saing, melalui anak usaha PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation, SIG telah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur.
Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026. Kehadiran infrastruktur baru ini akan memperkuat penetrasi ekspor SIG sekaligus membuka peluang peningkatan margin usaha di tengah persaingan pasar domestik yang semakin kompetitif.
